NOVAL FUADI
Nama kitab: Matan Al-Ghayah wat Taqrib’
( ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺍﺑﻰ ﺷﺠﺎﻉ- ﻣﺘﻦ ﺍﻟﻐﺎﻳﺔ
ﻭﺍﻟﺘﻘﺮﻳﺐ)
Ashfahani ( ﺷﻬﺎﺏ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﺣﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺤﺴﻴﻦ ﺑﻦ
ﺍﺣﻤﺪ , ﺍﺑﻮ ﺷﺠﺎﻉ , ﺷﻬﺎﺏ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻄﻴﺐ ﺍﻻﺻﻔﻬﺎﻧﻰ )
Lahir: Tahun 434 H, wafat tahun 593 H
Tempat lahir:
Genre kitab: Fiqh madzhab Syafi’i
Syarah Matan Taqrib:
b. Al-Iqna’, oleh Syekh Syarbini Al-Khathib,
c. Bujairimie Syarah Iqna’, oleh Syekh
Sualiaman Al-Bujairimie.
d. At-tadzhieb Fie Adillati Matnil Ghoyah Wat
Taqrib oleh Dr Mushthofa Diebul Bigha
ﻣﻘﺪﻣﺔ
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻷﻣﻲ ﻭﺁﻟﻪ
ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﻳﻦ ﻭﺻﺤﺎﺑﺘﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺃﺑﻮ ﺷﺠﺎﻉ
ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺴﻴﻦ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻷﺻﻔﻬﺎﻧﻲ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺳﺄﻟﻨﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻷﺻﺪﻗﺎﺀ ﺣﻔﻈﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻥ
ﺃﻋﻤﻞ ﻣﺨﺘﺼﺮﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻹﻣﺎﻡ
ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺭﺿﻮﺍﻧﻪ ﻓﻲ ﻏﺎﻳﺔ
ﺍﻻﺧﺘﺼﺎﺭ ﻭﻧﻬﺎﻳﺔ ﺍﻹﻳﺠﺎﺯ ﻟﻴﻘﺮﺏ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺘﻌﻠﻢ ﺩﺭﺳﻪ
ﻭﻳﺴﻬﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﺉ ﺣﻔﻈﻪ ﻭﺃﻥ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻘﺴﻴﻤﺎﺕ
ﻭﺣﺼﺮ ﺍﻟﺨﺼﺎﻝ ﻓﺄﺟﺒﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﺫﻟﻚ ﻃﺎﻟﺒﺎ ﻟﻠﺜﻮﺍﺏ ﺭﺍﻏﺒﺎ
ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻟﻠﺼﻮﺍﺏ ﺇﻧﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﺸﺎﺀ
ﻗﺪﻳﺮ ﻭﺑﻌﺒﺎﺩﻩ ﻟﻄﻴﻒ ﺧﺒﻴﺮ.
PENDAHULUAN
Terjemah: Bismillahirrohmanirrahim. Segala puji bagi Allah. Shalawat salam atas Nabi
Muhammad, keluarganya dan para Sahaabat. Qadhi Abu Syujak Ahmad bin Al-Husain bin
Ahmad Al-Asfahani berkata: Aku diminta oleh sebagian teman untuk menyusun
ringkasan fiqih madzhab Syafi’i yang sangat ringkas dan sederhana dan terbagi dalam
bagian-bagian yang banyak agar mudah dipelajari dan dihafal. Aku penuhi
permintaan itu dengan memohon taufik pada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Tahu.
TAHARAH (SUCI)
ﺍﻟﻤﻴﺎﻩ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺘﻄﻬﻴﺮ ﺳﺒﻊ ﻣﻴﺎﻩ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ
ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺒﺤﺮ ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﻨﻬﺮ ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺒﺌﺮ ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﻌﻴﻦ ﻭﻣﺎﺀ
ﺍﻟﺜﻠﺞ ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺒﺮﺩ ﺛﻢ ﺍﻟﻤﻴﺎﻩ ﻋﻠﻰ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﻗﺴﺎﻡ ﻃﺎﻫﺮ
ﻣﻄﻬﺮ، ﻣﻜﺮﻭﻩ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﻤﺸﻤﺲ ﻭﻃﺎﻫﺮ ﻏﻴﺮ
ﻣﻄﻬﺮ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺘﻌﻤﻞ ﻭﺍﻟﻤﺘﻐﻴﺮ ﺑﻤﺎ ﺧﺎﻟﻄﻪ ﻣﻦ
ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﺍﺕ ﻭﻣﺎﺀ ﻧﺠﺲ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺣﻠﺖ ﻓﻴﻪ ﻧﺠﺎﺳﺔ
ﻭﻫﻮ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻘﻠﺘﻴﻦ ﺃﻭ ﻛﺎﻥ ﻗﻠﺘﻴﻦ ﻓﺘﻐﻴﺮ ﻭﺍﻟﻘﻠﺘﺎﻥ
ﺧﻤﺴﻤﺎﺋﺔ ﺭﻃﻞ ﺑﻐﺪﺍﺩﻱ ﺗﻘﺮﻳﺒﺎ ﻓﻲ ﺍﻷﺻﺢ.
Artinya: Macam-macam Air Air yang dapat dibuat untuk bersuci ada 7 (tujuh) yaitu air
hujan (langit), air laut, air sungai, air sumur, air sumber (mata air), air salju, air dingin.
Jenis air ada 4 (empat) yaitu (a) air suci dan mensucikan; (b) air yang makruh yaitu air
panas; (c) air suci tapi tidak meyucikan yaitu air mustakmal dan air yang air berubah
karena kecampuran perkara suci; (d) air najis yaitu (i) air kurang 2 qullah yang
terkena najis atau (ii) air mencapai 2 qullah terkena najis dan berubah. Adapun ukuran
1 qullah adalah 500 (lima ratus) kati baghdad menurut pendapat yang paling sahih.
SUCINYA KULIT BANGKAI SETELAH DISAMAK
ﻓﺼﻞ ( ﻭﺟﻠﻮﺩ ﺍﻟﻤﻴﺘﺔ ﺗﻄﻬﺮ ﺑﺎﻟﺪﺑﺎﻍ ﺇﻻ ﺟﻠﺪ ﺍﻟﻜﻠﺐ
ﻭﺍﻟﺨﻨﺰﻳﺮ ﻭﻣﺎ ﺗﻮﻟﺪ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺃﻭ ﻣﻦ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻭﻋﻈﻢ ﺍﻟﻤﻴﺘﺔ
ﻭﺷﻌﺮﻫﺎ ﻧﺠﺲ ﺇﻻ ﺍﻵﺩﻣﻲ.
ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺃﻭﺍﻧﻲ ﺍﻟﺬﻫﺐ ﻭﺍﻟﻔﻀﺔ ﻭﻳﺠﻮﺯ
ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻷﻭﺍﻧﻲ.
Terjemah: Kulit bangkai dapat suci dengan disamak kecuali kulit anjing dan babi dan
hewan yang terlahir dari keduanya atau dari salah satunya. Adapun tulang bangkai itu
najis kecuali tulang mayat manusia. Tidak boleh menggunakan wadah yang
terbuat dari emas dan perak. Boleh menggunakan wadah yang selain dari emas dan perak.
HUKUM SIWAK (SIKAT GIGI)
ﻓﺼﻞ ( ﻭﺍﻟﺴﻮﺍﻙ ﻣﺴﺘﺤﺐ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺣﺎﻝ ﺇﻻ ﺑﻌﺪ
ﺍﻟﺰﻭﺍﻝ ﻟﻠﺼﺎﺋﻢ ﻭﻫﻮ ﻓﻲ ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻮﺍﺿﻊ ﺃﺷﺪ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺑﺎ:
ﻋﻨﺪ ﺗﻐﻴﺮ ﺍﻟﻔﻢ ﻣﻦ ﺃﺯﻡ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﻡ
ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ.
Artinya: Bersiwak itu hukumnya sunnah dalam setiap keadaan kecuali setelah
condongnya matahari bagi yang berpuasa. Bersiwak sangat disunnah dalam 3 tempat
yaitu (a) saat terjadi perubahan bau mulut; (b) setelah bangun tidur; (c) hendak melaksanakan shalat.
TATA CARA WUDHU
ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺮﻓﻘﻴﻦ
ﻭﻣﺴﺢ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﺮﺟﻠﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﻌﺒﻴﻦ
ﻭﺍﻟﺘﺮﺗﻴﺐ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ.
ﻓﺼﻞ ( ﻭﺳﻨﻨﻪ ﻋﺸﺮﺓ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺔ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﻜﻔﻴﻦ
ﻗﺒﻞ ﺇﺩﺧﺎﻟﻬﻤﺎ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﻀﻤﻀﺔ ﻭﺍﻻﺳﺘﻨﺸﺎﻕ ﻭﻣﺴﺢ
ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﻭﻣﺴﺢ ﺍﻷﺫﻧﻴﻦ ﻇﺎﻫﺮﻫﻤﺎ ﻭﺑﺎﻃﻨﻬﻤﺎ
ﺑﻤﺎﺀ ﺟﺪﻳﺪ ﻭﺗﺨﻠﻴﻞ ﺍﻟﻠﺤﻴﺔ ﺍﻟﻜﺜﺔ ﻭﺗﺨﻠﻴﻞ ﺃﺻﺎﺑﻊ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ
ﻭﺍﻟﺮﺟﻠﻴﻦ ﻭﺗﻘﺪﻳﻢ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ ﻭﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﺛﻼﺛﺎ
ﺛﻼﺛﺎ ﻭﺍﻟﻤﻮﻻﺓ.
Artinya: Artinya: Rukun atau fardhu-nya
wudhu ada 6 (enam) yaitu:
1. Niat saat membasuh muka.[1]
2. Membasuh muka.
3. Membasuh kedua tangan sampai siku.
4. Mengusap sebagian kepala.[2]
5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
6. Dilakukan secara tertib dari no. 1 sampai 5.
CATATAN:
[1] Niat wudhu adalah: ﻧﻮﻳﺖ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻟﺮﻓﻊ
ﺍﻟﺤﺪﺙ ﺍﻷﺻﻐﺮ ﻓﺮﺿﺎ ﻟﻠﻮ ﺗﻌﺎﻟﻲ
Artinya: Saya niat wudhu untuk
menghilangkan hadats kecil karena Allah
Ta’ala.
[2] Beda mengusap dan membasuh adalah kalau mengusap cukup dilakukan dengan
sekedar membasahi dengan sedikit air. SEdang membasuh memakai air yang dapat
mengaliri seluruh anggota badan yang wajib dibasuh.
SUNNAH-NYA WUDHU
kedua telapak tangan sebelum memasukkan ke wadah air, berkumur, menghirup air ke
hidup, mengusap seluruh kepala, mengusap kedua telinga luar dalam dengan air baru,
menyisir jenggot tebal dengan jari, membasuh sela-sela jari tangan dan kaki,
mendahulukan bagian kanan dari kiri, menyucikan masing-masing 3 (tiga) kali, bersegera.
ISTINJAK – BERSUCI SETELAH BUANG AIR
(CEBOK)
ﻭﺍﻷﻓﻀﻞ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﻨﺠﻲ ﺑﺎﻷﺣﺠﺎﺭ ﺛﻢ ﻳﺘﺒﻌﻬﺎ ﺑﺎﻟﻤﺎﺀ ﻭﻳﺠﻮﺯ
ﺃﻥ ﻳﻘﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺃﻭ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺣﺠﺎﺭ ﻳﻨﻘﻲ ﺑﻬﻦ
ﺍﻟﻤﺤﻞ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻓﺎﻟﻤﺎﺀ ﺃﻓﻀﻞ.
ﻭﻳﺠﺘﻨﺐ ﺍﺳﺘﻘﺒﺎﻝ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔ ﻭﺍﺳﺘﺪﺑﺎﺭﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺤﺮﺍﺀ
ﻭﻳﺠﺘﻨﺐ ﺍﻟﺒﻮﻝ ﻭﺍﻟﻐﺎﺋﻂ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﺮﺍﻛﺪ ﻭﺗﺤﺖ
ﺍﻟﺸﺠﺮﺓ ﺍﻟﻤﺜﻤﺮﺓ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻭﺍﻟﻈﻞ ﻭﺍﻟﺜﻘﺐ ﻭﻻ
ﻳﺘﻜﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﻮﻝ ﻭﻻ ﻳﺴﺘﻘﺒﻞ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺍﻟﻘﻤﺮ ﻭﻻ
ﻳﺴﺘﺪﺑﺮﻫﻤﺎ.
Artinya: Instinja’ (Jawa, cewok) atau membersihkan diri itu wajib setelah buang
air kecil (kencing) dan buang air besar (BAB). Yang utama adalah bersuci dengan
memakai beberapa batu[1] kemudian dengan air. Boleh bersuci dengan air saja
atau dengan 3 (tiga) buah batu yang dapat membersihkan tempat najis. Apabila hendak
memakai salah satu dari dua cara, maka memakai air lebih utama.
ETIKA KENCING DAN BUANG AIR BESAR
(BAB)
tidak membelakanginya apabila dalam tempat terbuka. Kencing atau BAB
hendaknya tidak dilakukan di air yang diam, di bawah pohon yang berbuah, di jalan, di
tempat bernaung, di lobang. Dan hendaknya tidak berbicara saat kencing dan tidak
menghadap matahari dan bulan dan tidak membelakangi keduanya.
PERKARA YANG MEMBATALKAN WUDHU
(YANG MENGAKIBATKAN HADAS KECIL)
ﻓﺼﻞ ( ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﻨﻘﺾ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﻣﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ
ﺍﻟﺴﺒﻴﻠﻴﻦ ﻭﺍﻟﻨﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﻫﻴﺌﺔ ﺍﻟﻤﺘﻤﻜﻦ ﻭﺯﻭﺍﻝ
ﺍﻟﻌﻘﻞ ﺑﺴﻜﺮ ﺃﻭ ﻣﺮﺽ ﻭﻟﻤﺲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻷﺟﻨﺒﻴﺔ
ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﺎﺋﻞ ﻭﻣﺲ ﻓﺮﺝ ﺍﻵﺩﻣﻲ ﺑﺒﺎﻃﻦ ﺍﻟﻜﻒ ﻭﻣﺲ
ﺣﻠﻘﺔ ﺩﺑﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﺪﻳﺪ.
Artinya: Perkara yang membatalkan wudhu ada 6 (enam): sesuatu yang keluar dari dua
jalan (depan belakang), tidur dalam keadaan tidak tetap, hilang akal karena mabuk atau
sakit, sentuhan laki-laki pada wanita bukan mahram tanpa penghalang, menyentuh
kemaluan manusia dengan telapak tangan bagian dalam, menyentuh kawasan sekitar
anus (dubur) menurut qaul jadid.[1]
[1] Qaul jadid (pendapat baru) adalah fatwa Imam Syafi’i saat berada di Mesir. Qaul
qadim (pendapat lama) adalah fatwa Imam Syafi’i saat berada di Baghdad, Irak.
MANDI WAJIB (JUNUB)
ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﻫﻲ ﺍﻟﺘﻘﺎﺀ ﺍﻟﺨﺘﺎﻧﻴﻦ ﻭﺇﻧﺰﺍﻝ
ﺍﻟﻤﻨﻲ ﻭﺍﻟﻤﻮﺕ ﻭﺛﻼﺛﺔ ﻳﺨﺘﺺ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﻫﻲ ﺍﻟﺤﻴﺾ
ﻭﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﻭﺍﻟﻮﻻﺩﺓ.
ﻓﺼﻞ ( ﻭﻓﺮﺍﺋﺾ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﻭﺇﺯﺍﻟﺔ
ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻋﻠﻰ ﺑﺪﻧﻪ ﻭﺇﻳﺼﺎﻝ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺇﻟﻰ ﺟﻤﻴﻊ
ﺍﻟﺸﻌﺮ ﻭﺍﻟﺒﺸﺮﺓ. ﻭﺳﻨﻨﻪ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺔ
ﻭﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻗﺒﻠﻪ ﻭﺇﻣﺮﺍﺭ ﺍﻟﻴﺪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﺴﺪ ﻭﺍﻟﻤﻮﻻﺓ
ﻭﺗﻘﺪﻳﻢ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ.
ﻓﺼﻞ ( ﻭﺍﻻﻏﺘﺴﺎﻻﺕ ﺍﻟﻤﺴﻨﻮﻧﺔ ﺳﺒﻌﺔ ﻋﺸﺮ ﻏﺴﻼ
ﻏﺴﻞ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻭﺍﻟﻌﻴﺪﻳﻦ ﻭﺍﻻﺳﺘﺴﻘﺎﺀ ﻭﺍﻟﺨﺴﻮﻑ
ﻭﺍﻟﻜﺴﻮﻑ ﻭﺍﻟﻐﺴﻞ ﻣﻦ ﻏﺴﻞ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻭﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﺇﺫﺍ
ﺃﺳﻠﻢ ﻭﺍﻟﻤﺠﻨﻮﻥ ﻭﺍﻟﻤﻐﻤﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﺎﻗﺎ ﻭﺍﻟﻐﺴﻞ
ﻋﻨﺪ ﺍﻹﺣﺮﺍﻡ ﻭﻟﺪﺧﻮﻝ ﻣﻜﺔ ﻭﻟﻠﻮﻗﻮﻑ ﺑﻌﺮﻓﺔ ﻭﻟﻠﻤﺒﻴﺖ
ﺑﻤﺰﺩﻟﻔﺔ ﻭﻟﺮﻣﻲ ﺍﻟﺠﻤﺎﺭ ﺍﻟﺜﻼﺙ ﻭﻟﻠﻄﻮﺍﻑ.
PERKARA YANG MENGHARUSKAN/MEWAJIBKAN
MANDI JUNUB/KERAMAS (GHUSL)
berlaku untuk laki-laki dan perempuan yaitu
(1) senggama,
(2) keluar sperma,
(3) mati.
Tiga lainnya khusus untuk perempuan yaitu
(4) haid,
(5) nifas,
(6) melahirkan (wiladah).
RUKUN/FARDHU/TATA CARA MANDI JUNUB/
KERAMAS (GHUSL)
yaitu :
(1) niat,
(2) menghilangkan najis yang
terdapat pada badan,
(3) mengalirkan air ke seluruh rambut dan kulit badan.
SUNNAHNYA MANDI JUNUB/KERAMAS (GHUSL)
yaitu :
1) Baca bismillah,
(2) wudhu sebelum mandi junub,
(3) mengusapkan tangan pada badan,
(4) bersegera,
(5) mendahulukan (anggota badan) yang kanan dari yang kiri.
KEADAAN YANG DISUNNAHKAN MANDI JUNUB/
KERAMAS (GHUSL)
mandi untuk Jum’at, 2 (dua) hari raya, shalat minta hujan (istisqa’), gerhana bulan, gerhana matahari, setelah memandikan mayit, orang kafir apabila masuk Islam, orang gila dan ayan (epilepsi) apabila sembuah, saat akan ihram, akan masuk Makkah, wukuf di Arafah, mabit
(menginap) di Muzdalifah, melempar Jumrah yang tiga, tawaf, sa’i, masuk kota Madinah.
MENGUSAP KHUF (KAUS KAKI)
ﻓﺼﻞ ( ﻭﺍﻟﻤﺴﺢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﻔﻴﻦ ﺟﺎﺋﺰ ﺑﺜﻼﺙ ﺷﺮﺍﺋﻂ ﺃﻥ
ﻳﺒﺘﺪﺉ ﻟﺒﺴﻬﻤﺎ ﺑﻌﺪ ﻛﻤﺎﻝ ﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻧﺎ ﺳﺎﺗﺮﻳﻦ
ﻟﻤﺤﻞ ﺍﻟﻔﺮﺽ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺪﻣﻴﻦ ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻧﺎ ﻣﻤﺎ ﻳﻤﻜﻦ
ﺗﺘﺎﺑﻊ ﺍﻟﻤﺸﻲ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﻭﻳﻤﺴﺢ ﺍﻟﻤﻘﻴﻢ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻟﻴﻠﺔ
ﻭﺍﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﺑﻠﻴﺎﻟﻴﻬﻦ ﻭﺍﺑﺘﺪﺍﺀ ﺍﻟﻤﺪﺓ ﻣﻦ ﺣﻴﻦ
ﻳﺤﺪﺙ ﺑﻌﺪ ﻟﺒﺲ ﺍﻟﺨﻔﻴﻦ ﻓﺈﻥ ﻣﺴﺢ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻀﺮ ﺛﻢ
ﺳﺎﻓﺮ ﺃﻭ ﻣﺴﺢ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻔﺮ ﺛﻢ ﺃﻗﺎﻡ ﺃﺗﻢ ﻣﺴﺢ ﻣﻘﻴﻢ.
ﻭﻳﺒﻄﻞ ﺍﻟﻤﺴﺢ ﺑﺜﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺑﺨﻠﻌﻬﻤﺎ ﻭﺍﻧﻘﻀﺎﺀ ﺍﻟﻤﺪﺓ
ﻭﻣﺎ ﻳﻮﺟﺐ ﺍﻟﻐﺴﻞ.
Artinya: Mengusap khuf (kaus kaki khusus) itu boleh dengan 3 (tiga) syarat:
(1) Memakai khuf setelah suci dari hadats kecil dan hadats besar.
(2) Khuf (kaus kaki) menutupi mata kaki .
(3) Dapat dipakai untuk berjalan.
Orang mukim dapat memakai khuf selama satu hari satu malam (24 jam). Sedangkan
musafir selama 3 (tiga) hari 3 malam. Masanya dihitung dari saat hadats (kecil) setelah memakai khuf. Apabila memakai khuf di rumah kemudian bepergian atau mengusap khuf di perjalanan kemudian mukim maka dianggap mengusap khuf untuk mukim. Mengusap khuf batal oleh 3 (tiga) hal:
a) melapasnya,
(b) habisnya masa,
(c) hadats besar.
Tambahan penerjemah:
Tata cara Mengusap Khuf
itu waktu pengusapan adalah saat giliran membasuh kaki saat wudhu.
2. Caranya adalah mengusapkan air (tanpa mengalirkan) ke bagian atas khuf atau
punggung kaki (kebalikan telapak kaki).
ﻓﺼﻞ ( ﻭﺷﺮﺍﺋﻂ ﺍﻟﺘﻴﻤﻢ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ: ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﻌﺬﺭ
ﺑﺴﻔﺮ ﺃﻭ ﻣﺮﺽ، ﻭﺩﺧﻮﻝ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻃﻠﺐ ﺍﻟﻤﺎﺀ،
ﻭﺗﻌﺬﺭ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻭﺇﻋﻮﺍﺯﻩ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻄﻠﺐ، ﻭﺍﻟﺘﺮﺍﺏ
ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻟﻪ ﻏﺒﺎﺭ ﻓﺈﻥ ﺧﺎﻟﻄﻪ ﺟﺺ ﺃﻭ ﺭﻣﻞ ﻟﻢ
ﻳﺠﺰ. ﻭﻓﺮﺍﺋﻀﻪ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ: ﺍﻟﻨﻴﺔ ﻭﻣﺴﺢ ﺍﻟﻮﺟﻪ
ﻭﻣﺴﺢ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﺮﻓﻘﻴﻦ ﻭﺍﻟﺘﺮﺗﻴﺐ. ﻭﺳﻨﻨﻪ ﺛﻼﺛﺔ
ﺃﺷﻴﺎﺀ: ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺔ ﻭﺗﻘﺪﻳﻢ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ
ﻭﺍﻟﻤﻮﻻﺓ.
ﻓﺼﻞ ( ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﺒﻄﻞ ﺍﻟﺘﻴﻤﻢ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﻣﺎ ﺃﺑﻄﻞ
ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻭﺭﺅﻳﺔ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺮﺩﺓ.
ﻭﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺠﺒﺎﺋﺮ ﻳﻤﺴﺢ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﻳﺘﻴﻤﻢ ﻭﻳﺼﻠﻲ ﻭﻻ
ﺇﻋﺎﺩﺓ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻭﺿﻌﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻃﻬﺮ ﻭﻳﺘﻴﻤﻢ ﻟﻜﻞ
ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻭﻳﺼﻠﻲ ﺑﺘﻴﻤﻢ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﺍﻓﻞ.
SYARAT BOLEHNYA TAYAMMUM
(a)adanya udzur karena perjalanan atau sakit,
(b) masuk waktu shalat,
(c) mencari air,
(d) tidak dapat menggunakan air dan tidak ada air setelah mencari,
(e) debu suci. Apabila tercampur najis atau pasir maka tidak sah.
TATA CARA (FARDHU/RUKUN) TAYAMMUM
(a) niat,
(b) mengusap wajah,
(c) mengusap kedua tangan sampai siku,
d) tertib (urut).
SUNNAHNYA TAYAMMUM
(a)Membaca bismillah,
(b) mendahulukan yang kanan dari yang kiri,
(c) bersegera.
YANG MEMBATALKAN TAYAMMUM
(a) perkara yang membatalkan wudhu,
(b) melihat air di selain waktu shalat,
(c) murtad. Orang yang memakai perban mengusap di atasnya, bertayammum dan shalat dan tidak
perlu mengulangi shalatnya apabila saat memakai perban dalam keadaan suci. Satu tayammum berlaku untuk satu kali shalat fardhu dan 1 shalat sunnah. Satu kali tayammum dapat dipakai beberapa kali shalat sunnah.
ﻓﺼﻞ ( ﻭﻛﻞ ﻣﺎﺋﻊ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﻴﻠﻴﻦ ﻧﺠﺲ ﺇﻻ ﺍﻟﻤﻨﻲ
ﻭﻏﺴﻞ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﺑﻮﺍﻝ ﻭﺍﻷﺭﻭﺍﺙ ﻭﺍﺟﺐ ﺇﻻ ﺑﻮﻝ ﺍﻟﺼﺒﻲ
ﺍﻟﺬﻱ ﻟﻢ ﻳﺄﻛﻞ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻄﻬﺮ ﺑﺮﺵ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻻ
ﻳﻌﻔﻰ ﻋﻦ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺎﺕ ﺇﻻ ﺍﻟﻴﺴﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻡ
ﻭﻣﺎ ﻻ ﻧﻔﺲ ﻟﻪ ﺳﺎﺋﻠﺔ ﺇﺫﺍ ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﻭﻣﺎﺕ ﻓﻴﻪ
ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻨﺠﺴﻪ ﻭﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻛﻠﻪ ﻃﺎﻫﺮ ﺇﻻ ﺍﻟﻜﻠﺐ ﻭﺍﻟﺨﻨﺰﻳﺮ
ﻭﻣﺎ ﺗﻮﻟﺪ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺃﻭ ﻣﻦ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻭﺍﻟﻤﻴﺘﺔ ﻛﻠﻬﺎ ﻧﺠﺴﺔ ﺇﻻ
ﺍﻟﺴﻤﻚ ﻭﺍﻟﺠﺮﺍﺩ ﻭﺍﻵﺩﻣﻲ ﻭﻳﻐﺴﻞ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﻣﻦ ﻭﻟﻮﻍ
ﺍﻟﻜﻠﺐ ﻭﺍﻟﺨﻨﺰﻳﺮ ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ ﺇﺣﺪﺍﻫﻦ ﺑﺎﻟﺘﺮﺍﺏ ﻭﻳﻐﺴﻞ
ﻣﻦ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺎﺕ ﻣﺮﺓ ﺗﺄﺗﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻟﺜﻼﺛﺔ ﺃﻓﻀﻞ
ﻭﺇﺫﺍ ﺗﺨﻠﻠﺖ ﺍﻟﺨﻤﺮﺓ ﺑﻨﻔﺴﻬﺎ ﻃﻬﺮﺕ ﻭﺇﻥ ﺧﻠﻠﺖ ﺑﻄﺮﺡ
ﺷﻲﺀ ﻓﻴﻬﺎ ﻟﻢ ﺗﻄﻬﺮ.
MACAM-MACAM NAJIS
Membasuh kencing dan kotoran (tinja) itu wajib kecuali kencing bayi laki-laki kecil
yang belum memakan makan maka cara menyucikannya cukup dengan menyiramkan air. Perkara yang najis tidak dimaafkan kecuali sedikit seperti darah hewan yang tidak mengalir apabila jauh ke
dalam bejana (wadah) dan mati maka tidak menajiskan isi bejana. Seluruh binatang itu suci kecuali anjing dan babi dan yang lahir dari keduanya atau salah satunya. Adapun bangkai itu najis kecuali ikan, belalang dan manusia. Bejana yang terkena jilatan anjing dan babi harus dibasuh 7 (tujuh) kali salah satunya dengan tanah. Sedang najis yang lain cukup dibasuh sekali namun 3 kali lebih baik.
Apabila khamar (arak) menjadi anggur dengan sendirinya maka ia menjadi suci. Apabila perubahan itu karena memasukkan sesuatu maka tidak suci.
ﻓﺼﻞ ( ﻭﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺮﺝ ﺛﻼﺛﺔ ﺩﻣﺎﺀ ﺩﻡ ﺍﻟﺤﻴﺾ
ﻭﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﻭﺍﻻﺳﺘﺤﺎﺿﺔ ﻓﺎﻟﺤﻴﺾ ﻫﻮ ﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺨﺎﺭﺝ ﻣﻦ
ﻓﺮﺝ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻠﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﺼﺤﺔ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺳﺒﺐ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ
ﻭﻟﻮﻧﻪ ﺃﺳﻮﺩ ﻣﺤﺘﺪﻡ ﻟﺬﺍﻉ ﻭﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﻫﻮ ﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺨﺎﺭﺝ
ﻋﻘﺐ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﻭﺍﻻﺳﺘﺤﺎﺿﺔ ﻫﻮ ﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺨﺎﺭﺝ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ
ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻭﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﻭﺃﻗﻞ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﻭﺃﻛﺜﺮﻩ
ﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻏﺎﻟﺒﻪ ﺳﺖ ﺃﻭ ﺳﺒﻊ ﻭﺃﻗﻞ ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ
ﻟﺤﻈﻪ ﻭﺃﻛﺜﺮﻩ ﺳﺘﻮﻥ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻏﺎﻟﺒﻪ ﺃﺭﺑﻌﻮﻥ ﻭﺃﻗﻞ ﺍﻟﻄﻬﺮ
ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺤﻴﻀﺘﻴﻦ ﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻻ ﺣﺪ ﻷﻛﺜﺮﻩ ﻭﺃﻗﻞ
ﺯﻣﻦ ﺗﺤﻴﺾ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﺴﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﻭﺃﻗﻞ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﺳﺘﺔ
ﺃﺷﻬﺮ ﻭﺃﻛﺜﺮﻩ ﺃﺭﺑﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﻭﺃﻗﻞ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻬﺮ
ﻭﺃﻛﺜﺮﻫﺎ ﺃﺭﺑﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﻭﻏﺎﻟﺒﻪ ﺗﺴﻌﺔ ﺃﺷﻬﺮ. ﻭﻳﺤﺮﻡ
ﺑﺎﻟﺤﻴﺾ ﻭﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﺛﻤﺎﻧﻴﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺼﻮﻡ
ﻭﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻣﺲ ﺍﻟﻤﺼﺤﻒ ﻭﺣﻤﻠﻪ ﻭﺩﺧﻮﻝ
ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﺍﻟﻄﻮﺍﻑ ﻭﺍﻟﻮﻁﺀ ﻭﺍﻻﺳﺘﻤﺘﺎﻉ ﺑﻤﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﺮﺓ
ﻭﺍﻟﺮﻛﺒﺔ. ﻭﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﺼﻼﺓ
ﻭﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻣﺲ ﺍﻟﻤﺼﺤﻒ ﻭﺣﻤﻠﻪ ﻭﺍﻟﻄﻮﺍﻑ
ﻭﺍﻟﻠﺒﺚ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ. ﻭﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ
ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﻄﻮﺍﻑ ﻭﻣﺲ ﺍﻟﻤﺼﺤﻒ ﻭﺣﻤﻠﻪ.
DEFINISI DAN HUKUM HAID, NIFAS, ISTIHADAH
Ada 3 macam darah yang keluar dari
kemaluan wanita:
(a) darah haid,
(b) darahnifas,
(c) darah istihadlah.
Darah haid adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan dengan cara sehat bukan karena melahirkan. Dan warnanya kehitam-hitaman, terasa panas dan diikuti mual-mual pada perut.
Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan.
Istihadlah adalah darah yang keluar di selain hari-hari haid dan nifas. Paling sedikitnya darah haid adalah satu hari satu malam. Dan yang paling banyak adalah 15 hari. Umumnya 6 (enam) atau 7 (tujuh) hari. Paling sedikitnya nifas adalah sebentar dan paling banyak 60 hari dan umumnya 40 hari.
Paling sedikitnya masa suci di antara dua masa haid adalah 15 hari. Dan tidak ada batas untuk paling banyaknya. Usia minimal wanita haid adalah 9 (sembilan) tahun. Paling sedikitnya usia kehamilan 6 bulan. Paling panjang kehamilan 4 tahun. Umumnya masa hamil adalah 9 bulan.
YANG DIHARAMKAN SAAT HAID DAN NIFAS
Perkara yang diharamkan saat haid dannifas ada 8 (delapan) yaitu
shalat,
puasa,
membaca Al-Quran,
menyentuh Al-Quran,
membawa Al-Quran,
masuk masjid, tawaf,
hubungan intim (jimak),
(suami) mencumbu
di antara pusar dan lutut.
YANG DIHARAMKAN SAAT JUNUB
(HADATS BESAR)
Perkara yang diharamkan bagi orang junub
ada 5 (lima) yaitu
shalat,
membaca Al-Quran,
menyentuh Al-Quran,
membawa Al-Quran,
tawaf, tinggal di masjid.
YANG DIHARAMKAN SAAT HADATS KECIL
ada 3 (tiga) yaitu
shalat,
tawaf,
menyentuh
Al-Quran dan membawanya.
Catatan.
semoga Allah memngampuni dosa penulis, dosa orang tua penulis tuanku Arsyad umar bin Tuanku Nyak Umat bin Tuanku Nyak Raden bin Tuanku Haji Arsyad Binruanku Hasim Mahmudsyah Bintuanku Sultan Alaidin Mahmud Syah
semoga Alah juga mengampuni dosa ibunda penulis Fatimah binti Usman Bin Yahya
semoga Allah juga mengampuni anak anak penulis Sultan Maulana Zikra, dan Tuanku Irhas Muhtadi.
semoga Allah Juga mengampuni saudara saudari kandung penunis : abangda Tuanku Iskandar Zulkarnaini, kakanda Cut Nyak Siti Rahmah, adinda Tuanku Mulyadi dan adinda Tuanku Abrar.
dan semoga Allah mengampuni dosa para pembaca dan pengamal kitab ini serta otangtuanya dan ahlinya dibeti kan tetap iman ,diberikan perlindungan dan dimudahkan reski yang halal.
wassalam
Noval Fuadi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar